Laporan Peristiwa - Pematang Siantar

Karyawan Kafe Dipermalukan di Depan Tamu, Dugaan Tindakan Semena-mena Bos Picu Kemarahan Publik di Pematang Siantar

Lokasi: Pematang Siantar, Sumatera Utara Waktu kejadian: Akhir pekan lalu

Sebuah peristiwa yang mengundang keprihatinan publik terjadi di salah satu kafe populer di pusat Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada akhir pekan lalu. Seorang karyawan perempuan diduga menjadi korban perlakuan tidak manusiawi dari atasannya sendiri di hadapan puluhan pengunjung yang sedang menikmati waktu santai mereka. Kejadian itu segera menjadi sorotan setelah beberapa tamu merekam insiden tersebut dan mengunggahnya ke media sosial, memicu gelombang kemarahan dari warganet.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, insiden bermula dari kesalahan kecil dalam penyajian pesanan. Seorang pelanggan dikabarkan menerima minuman yang tidak sesuai dengan pesanannya. Namun, alih-alih menyelesaikan masalah secara profesional dan tertutup, sang pemilik kafe justru meluapkan amarahnya di area publik.

Dengan suara keras yang terdengar hingga ke sudut-sudut ruangan, ia memanggil karyawan tersebut ke depan, tepat di dekat meja para tamu. Kalimat-kalimat bernada merendahkan pun terlontar, disertai dengan gestur tubuh yang memperlihatkan kemarahan dan dominasi.

Dia dimarahi seperti tidak punya harga diri. Semua mata tertuju padanya, suasananya sangat tidak nyaman, ujar salah satu pengunjung yang berada di lokasi saat kejadian.

Beberapa tamu bahkan memilih meninggalkan kafe lebih awal karena merasa terganggu dan iba melihat situasi tersebut. Rekaman video yang beredar memperlihatkan sang karyawan berdiri tertunduk, kedua tangannya gemetar, sementara matanya terlihat berkaca-kaca. Di hadapannya, sang bos terus melontarkan kata-kata yang mempertanyakan kompetensi, bahkan martabat pribadi korban. Tidak tampak adanya upaya dari staf manajemen lain untuk menghentikan atau meredakan situasi.

Catatan redaksi: Artikel ini disusun sebagai narasi jurnalistik berbasis kesaksian. Identitas pihak terkait tidak disebutkan untuk menghindari dugaan fitnah dan menjaga asas kehati-hatian.